Antara cinta dan keyakinan
Ketika semua hal dikaitkan dengan cinta,
semua seperti tubuh tanpa tulang,, seperti orang yang sudah kehilangan akalnya,
apalagi cinta yang telah lama dijalin yang berakhir dipisahkan oleh tembok
keterbatasan? Mulai dari beda kasta sosial, beda tingkat ekonomi, beda negara,
beda suku, tanpa terkecuali beda agama.
Perbedaan kasta sosial dan tingkat
ekonomi bisa dipertipis jaraknya dengan berusaha menghasilkan harta yang lebih
banyak dan menjalin networking yang lebih luas. Perbedaan negara, tidak menjadi
masalah yang berarti jika Anda bisa fasih berbahasa asing dan memang Anda
menyukai travelling. Perbedaan suku, mengingat sudah banyaknya hubungan silang
antarsuku, maka kendala ini tidak menjadi tembok penghalang yang begitu besar.
Walaupun implementasinya tidak selalu mulus. Nah, faktor perbedaan yang
terakhir ini yang dirasakan sebagai tembok penghalang yang terbesar, perbedaan
agama.
Padahal menurut prinsip agama, cinta
yang seperti ini sangat dilarang. Karena agama adalah landasan hidup yang
paling utama.Setiap hubungan harus dilandasi keyakinan yang sama karena kita
hidup dinegara yang berkebudayaan yang menjunjung tinggi kepercayaan bukan
seperti negara maju yang bagi mereka agama merupakan wadah untuk komunikasi
secara spiriual. Jadi perbedaan agama tidak menjadi suatu masalah besar.
Ini bukan tentang Jonas dan
Asmirandah. Saya tak mengenal mereka Tapi cerita ini memang tentang asmara
pribadi saya, tentang cinta sepasang manusia yang terhalang tembok bernama
agama. Ya mungkin pada awalnya hubungan itu selayaknya remaja yang sedang
kasmaran hanya saja perjalanan ini tidak bisa berlanjut karena tembok tersebut
ternyata tidak bisa terabaikan hanya dengan janji nya yang terlalu tinggi. Dan pada
akhirnya perjalanan 3 tahun bersamanya hanya membuang waktu dan menyakiti hati
sendiri..
Dari situ lah saya tahu arti ketulusan,
kesetiaan( walaupun gua pernah diselingkuhin), kebahagiaan yang sejatinya tapi
semua hanya tingga kenangan yang harusnya ku tengok jika aku harus belajar dari
pengalaman.menyakitkan sih tapi itu lah konsekuensi dari keputusan awal yang
saya ambil tanpa pikir pajang. Jadi buat kalian yang belum terlanjur menjalin love different religion sebaiknya pikir dahulu,, sebab kalau sudah terlanjur dan
terkait cintanya akan sangat sulit melupakannya.. kayak saya sekarang yang
gagal move on.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar