Sabtu, 09 Mei 2015



Antara cinta dan keyakinan

Ketika semua hal dikaitkan dengan cinta, semua seperti tubuh tanpa tulang,, seperti orang yang sudah kehilangan akalnya, apalagi cinta yang telah lama dijalin yang berakhir dipisahkan oleh tembok keterbatasan? Mulai dari beda kasta sosial, beda tingkat ekonomi, beda negara, beda suku, tanpa terkecuali beda agama.
Perbedaan kasta sosial dan tingkat ekonomi bisa dipertipis jaraknya dengan berusaha menghasilkan harta yang lebih banyak dan menjalin networking yang lebih luas. Perbedaan negara, tidak menjadi masalah yang berarti jika Anda bisa fasih berbahasa asing dan memang Anda menyukai travelling. Perbedaan suku, mengingat sudah banyaknya hubungan silang antarsuku, maka kendala ini tidak menjadi tembok penghalang yang begitu besar. Walaupun implementasinya tidak selalu mulus. Nah, faktor perbedaan yang terakhir ini yang dirasakan sebagai tembok penghalang yang terbesar, perbedaan agama.
Padahal menurut prinsip agama, cinta yang seperti ini sangat dilarang. Karena agama adalah landasan hidup yang paling utama.Setiap hubungan harus dilandasi keyakinan yang sama karena kita hidup dinegara yang berkebudayaan yang menjunjung tinggi kepercayaan bukan seperti negara maju yang bagi mereka agama merupakan wadah untuk komunikasi secara spiriual. Jadi perbedaan agama tidak menjadi suatu masalah besar.
Ini bukan  tentang Jonas dan Asmirandah. Saya tak mengenal mereka Tapi cerita ini memang tentang asmara pribadi saya, tentang cinta sepasang manusia yang terhalang tembok bernama agama. Ya mungkin pada awalnya hubungan itu selayaknya remaja yang sedang kasmaran hanya saja perjalanan ini tidak bisa berlanjut karena tembok tersebut ternyata tidak bisa terabaikan hanya dengan janji nya yang terlalu tinggi. Dan pada akhirnya perjalanan 3 tahun bersamanya hanya membuang waktu dan menyakiti hati sendiri..
Dari situ lah saya tahu arti ketulusan, kesetiaan( walaupun gua pernah diselingkuhin), kebahagiaan yang sejatinya tapi semua hanya tingga kenangan yang harusnya ku tengok jika aku harus belajar dari pengalaman.menyakitkan sih tapi itu lah konsekuensi dari keputusan awal yang saya ambil tanpa pikir pajang. Jadi buat kalian yang belum terlanjur menjalin love different religion sebaiknya pikir dahulu,, sebab kalau sudah terlanjur dan terkait cintanya akan sangat sulit melupakannya.. kayak saya sekarang yang gagal move on.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar